Aqidah

DI MANA الله ??? [disadur dari kitab Qoulud Mufid karya Asy-Syaikh Muhammad Al-Wushobi]

DI Manakah الله

Pertanyaan ini nampak begitu sederhana, namun tidak sedikit yang terdiam seribu bahasa ketika pertanyaan di atas diajukankan kepada kita, tidak sedikit pula yang menjawab dengan serampangan dan sok tahu, atau dengan asas praduga dan prasangka, namun pertanyaan sederhana ini begitu agung dan penting bagi keselamatan aqidah seorang muslim, yang dengannya dibangun pondasi awal sebuah keimanan.

Baca lebih lanjut

Iklan
Categories: Aqidah | 2 Komentar

Kaidah-kaidah dasar yang wajib diperhatikan di dalam memahami Tauhid Asma’ wa Sifat

Kaidah-kaidah dasar yang wajib diperhatikan di dalam memahami Tauhid Asma’ wa Sifat

 

Pertama-tama perlu diketahui bahwa ahlus sunnah wal jama’ah salafush shalih rahimahumullah adalah generasi yang menerima seluruh apa yang datang berupa dalil yang shohih dari Al-Qur’an dan As-Sunnah, mereka adalah orang-orang yang mengilmui dan meyakini serta mengamalkan ilmunya. Mereka berjalan diatas jalan kitabullah dan sunnah yang shohih tanpa membeda-bedakan antara hadits yang mutawatir maupun hadits ahad, menerima setiap dalil yang jelas keshohihannya, maka sepatutnyalah untuk menempuh jalan mereka.

 

Kitab-kitab salafush shalih dari dulu hingga sekarang, terkumpul padanya prinsip-prinsip seperti disebutkan diatas, dan tidaklah tersembunyi yang demikian itu bagi setiap orang yang membacanya, maka setiap apa yang diatas prinsip tersebut kita pegang erat, dan apa yang menyelisihinya kita tolak.

 

Adapun prinsip orang-orang belakangan yang tidak menempuh jalan mereka (salafush shalih) dari kalangan ahli bid’ah dan ahli hawa, tempat rujukan mereka dalam berhukum adalah akal. Maka setiap apa yang mencocoki akal mereka terima. Pertama-tama mereka menyandarkan pada akal, maka apabila akal tersebut mencocoki syariat, menjadi senanglah mereka, namun setiap perkara yang menyelisihi akal-akal mereka adakalanya mereka tolak adakalanya mereka palingkan maknanya dari makna aslinya, walupun hal yang menyelisihi akal mereka tersebut mencocoki syariat.

Baca lebih lanjut

Categories: Aqidah | 4 Komentar

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.