Darul Hadits Al-Fuyusy

Darul Hadits Al-Fuyusy

Peta 1Gambar 1.1

1Gambar 1.2

  • SELAYANG PANDANG

Darul hadits Al-Fuyusy adalah salah satu dari sekian ma’had (pondok pesantren) dan marokiz ilmi yang terdapat di negeri Yaman, merupakan salah satu pondok pesantren ahlus sunnah terbesar di dunia, ma’had ini baru didirikan pada tahun 1429 H atau bertepatan antara tahun 2007/2008 M setelah mendapat rekomendasi dari para ‘Ulama kibar. Meskipun tergolong sangat baru dibanding dengan marokiz ahlu sunnah salafiyyun yang tersebar di seantero Yaman, namun berkat keutamaan dari Allah subhanahu wa ta’ala menjadilah darul hadits al-fuyusy menjelma menjadi salah satu dari tonggak inti marokiz ilmi di Yaman dan tempat tujuan para thalabul ilmi dari seluruh dunia bersama dengan darul hadits Ma’bar yang sudah berdiri lebih dari 25 tahun.

Salah seorang santri dari indonesia yang pertama kali menjejakan kaki di tempat ini menceritakan kepada penulis bagaimana proses pendirian ma’had kala itu. Pendirian ma’had sendiri mengalami beberapa kendala di awal-awal masa pembangunannya, karena keterbatasan dana yang ada. Mula-mula dibangun sebuah masjid sederhana di atas sebidang tanah berukuran 20×20 meter sebagai pusat kegiatan belajar-mengajar, pembangunan itu sendiri pun tak berjalan mulus. Beberapa rintangan silih berganti menerpa baik dari kalangan penduduk sekitar maupun dari pihak kepolisian wilayah setempat, namun dengan izin Allah subhanahu wa ta’ala proyek pembangunan dapat terus berjalan.

Memasuki bulan sya’ban di tahun yang sama selesailah pembangunan masjid dan yang pertama kali mendapat kehormatan menyampaikan ceramah / muhadhoroh di masjid itu adalah Asy-Syaikh Al-‘Alamah ‘Ubaid Al-Jabiri hafizhohullah, walhamdulillah antusias salafiyyun di seantero Yaman secara umum dan di sekitar wilayah Aden secara khusus begitu besar dalam menyambut kunjungan Asy-Syaikh ‘Ubaid serta peresmian masjid darul hadits, sampai-sampai tatkala itu keterbatasan tempat yang ada tidak mampu untuk menampung semua jama’ah yang hadir membludak.

Beberapa waktu setelah itu  mulailah diadakan durus, masjid yang ada menjadi pusat kegiatan belajar-mengajar. Waktu itu durus hanya berjalan ba’da maghrib sampai isya’ diisi oleh Asy-Syaikh ‘Abdurrahman hafizhohulloh, Asy-Syaikh mengajarkan secara bergantian kitab shohih muslim selama tiga hari dan ad-durori karya Al-Imam Asy-Syaukani selama tiga hari,  ma’had sendiri secara resmi belum dibuka karena segala sarana dan prasarana masih sangat terbatas, beberapa ikhwah yang memiliki lahan kavling di wilayah markiz mulai mencicil membangun pondasi-pondasi untuk rumah di atas sebidang tanah milik mereka, siang hari mereka bekerja malam harinya mereka beristirahat di masjid. para thulabul ilmi datang setiap harinya menjelang maghrib, mereka berbondong-bondong datang dari aden, lahij dan wilayah sekitarnya. karena ketika itu ma’had belum mempunyai santri tetap, selepas dars magrib usai mereka semua kembali ke daerahnya, yang tertinggal hanyalah para ikhwah dan para tukang bangunan yang memang menetap di masjid dalam rangka menyelesaikan bangunan rumah mereka keesokan harinya .

Beberapa bulan kemudian mathbah / dapur santri mulai dibangun yang menandakan ma’had telah siap untuk diresmikan, setelah melakukan istikhoroh Asy-Syaikh Abdurrahman memutuskan untuk membuka ma’had secara resmi, hal tersebut beliau umumkan secara resmi disela-sela muhadhoroh beliau pada hari jum’at di wilayah kota lahij sekaligus beliau menjelaskan syarat-syarat  untuk dapat belajar disana, sejak saat itulah markiz darul hadits al-fuyusy resmi dibuka. Hari pertama setelah ma’had resmi dibuka, santri yang terdaftar hanya tiga orang, jadilah kisah  sarapan pagi pertama yang disediakan resmi oleh ma’had hanya diikuti oleh tiga orang, satu orang santri dari indonesia dan dua orang lainnya merupakan saudara ipar dari Syaikh Abdurrahman. Seiring berjalan waktu mulailah berbondong-bondong thulabul ilmi berdatangan ke darul hadits al-fuyusy, kemudian setelah itu mulailah ditambahkan waktu durus yang ada, selain ba’da magrib dars ‘am (pelajaran umum)  diadakan setiap ba’da dhuhur dan ba’da ashar, Syaikh Abdurrahman sendiri sebagai pengajarnya.  Tak lama dari itu sampailah kabar peresmian darul hadits al-fuyusy kepada sebagian santri dari indonesia yang berada di dammaj, beberapa dari mereka akhirnya memutuskan untuk pindah mencari tantangan baru dalam menimba ilmu di darul hadits al-fuyusy. Sampai saat ini jumlah santri dari Indonesia sekitar 160 ‘uzab (bujang) dan mereka tinggal di sakan (asrama santri) dan 16 KK (Kepala Keluarga) yang mereka mengontrak rumah di sekitar ma’had, santri dari Indonesia sendiri merupakan santri asing terbanyak, santri-santri asing tak hanya dari Indonesia, mereka berdatangan dari seluruh penjuru dunia, diantaranya Somalia, Djibouti, Prancis, Aljazair, Rusia, Kazakhtan, Libia, Canada, Amerika, Inggris, Maroko, Nigeria, Sudan, Arumi, Kenya, Singapore, Tunisia, Mali, diantara santri asing yang ada sebagian besar mereka terdaftar  dalam calling visa darul hadits al-fuyusy. sampai saat ini calling visa darul hadits al-fuyusy telah mencapai angkatan yang ke-7 (tujuh).

  • Letak Geografis di Darul Hadits Al-Fuyusy

SC20130827-201151Gambar 1.3

Darul hadits al-fuyusy ini teletak di wilayah selatan negara Yaman, tepatnya di kota lahij sekitar 30 menit perjalanan dengan mobil dari kota Aden, komplek markiz sangatlah luas, di wilayah utara terdapat kota lahij dan bagian timur membentang gurun pasir yang sangat luas seakan tak berbatas, wilayah barat membentang pegunungan dan perbukitan wilayah selatan terbentang teluk aden dan lautan.  adapun komplek markiz juga sangat luas, sampai saat ini telah terjual sekitar 12.000 kavling terdapat pula pasar dan dan berbagai jenis pertokoan yang seluruhnya dikelola oleh ikhwah salafiyyun, semua apa yang kita butuhkan sebagian besarnya tersedia di sini, hanya satu hal yang membuat komplek markiz terasa kurang untuk dapat disebut kota mandiri yaitu tidak adanya mesin ATM sehingga santri asing yang ingin mengambil kiriman uang harus menempuh perjalanan selama 30 menit untuk sampai ke kota Aden.

denah fuyusGambar 1.3.1

Tampak pada gambar di atas, daerah yang berada di dalam lingkaran warna merah adalah wilayah markiz darul hadits al-fuyusy, logo bintang pada gambar di atas adalah masjid.

  • Kondisi Iklim

Kondisi iklim di wilayah darul hadits al-fuyusy dan sekitarnya terbagi menjadi dua, musim panas (april-september) dan musim dingin (oktober-maret), di musim panas kondisi disini cukup ekstrem bagi mereka yang datang dari dataran eropa dan asia tenggara, kondisi yang kering dan gersang serta panas lagi berdebu semakin lengkap dengan sering padamnya listrik, dipuncak musim panas suhu udara disini bisa mencapai 40* derajat celcius. jika itu terjadi kipas angin hanya semakin menambah hawa panas yang ada, bagaimana tidak ?? udara yang disebarkan adalah udara yang memang panas karena derajat suhu yang meningkat. setiap setahun sekali di musim panas beberapa hari terjadi badai debu, angin kencang yang disertai dengan debu serta hawa panas, membawa benak kita terbang melintasi sejarah bagaimana dahsyatnya tatkala Allah memporak-porandakan kaum musyrikin dalam perang Ahzab dengan angin yang kencang.

33:25

 

“Dan Allah menghalau orang-orang yang kafir, keadaan mereka penuh dengan kejengkelan dan mereka tidak memperoleh keuntungan apapun. Dan Allah menghindarkan orang-orang mukmin dari peperangan. dan Allah adalah maha kuat lagi maha perkasa” [Al-Ahzab 25]

DSC00044Gambar 1.4

tak jarang di hari-hari yang melelahkan di puncak musim panas Syaikh Abdurrahman memberi semangat kepada para thulab (santri) untuk senantiasa bersabar dalam menuntut ilmu dan menghadapi segala masyaqqoh  (kesulitan) yang terjadi dalam menuntut ilmu dengan ikhlas dan sabar. terkadang Syaikh mengulang-ngulang bait syair milik Ahmad bin Faris yang dahulu pun Syaikh Muqbil sering pula membacakannya di hadapan ribuan thulabul ilmi di dammaj -semoga Allah ta’ala mengembalikan kejayaannya-

إذا كان يؤذيك حر المصيف

  و كرب الخريف و برد الشتاء

و يلهيك حسن الزمان الربيع

فأخذك للعلم قل لي متى

Jikalau musim panas yang menyengat mengganggumu

dan musim gugur disertai angin yang berdebu dan musim yang sangat dingin

serta indahnya musim semi membuatmu terlena 

maka kapankah engkau menuntut ilmu

memasuki musim semi, cuaca dan suhu mulai bersahabat suasana yang menyejukkan mulai menyelimuti hari-hari menuntut ilmu dan beribadah disini, hal tersebut berjalan selama enam bulan sampai datang musim panas berikutnya. disini suhu udara di musim dingin berkisar antara 22* – 30* derajat celcius. 

20121013_053223Gambar 1.5

suasana musim semi menjelang terbit matahari di sisi sebelah kanan dari bangunan masjid. 

auroraGambar 1.6

awan mendung di awal musim semi menyelimuti langit-langit di wilayah markiz darul hadits al-fuyusy, menghadirkan keteduhan dan kesejukan setelah hampir 6 bulan terpanggang oleh musim panas.

  • Konsep belajar di darul hadits Al-Fuyusy

Bagi santri yang bujang / tidak membawa keluarga, ma’had darul hadits al-fuyusy memberikan fasilitas berupa asrama tempat tinggal (sakan), makan, dan minum secara gratis, jika datang iedul fitri maupun iedul adha tak jarang ma’had memberi santunan uang buku kepada setiap santri, ma’had darul hadits al-fuyusy juga memberi kesempatan kepada semua santri yang ingin mendalami ilmu agama, tidak dipersyaratkan harus menguasai cabang ilmu tertentu dari ilmu agama untuk dapat menjadi santri, bahkan pintu terbuka lebar bagi santri asing yang masih baru belajar bahasa arab, atau baru saja mengenal baca tulis arab, santri dibebaskan mengikuti setiap pelajaran yang dibuka, pelajaran yang dibuka pun beraneka ragam, dari tingkat yang paling dasar sampai tingkat lanjut.

SC20130827-201717-1Gambar 1.7

Bagi santri yang membawa keluarga, di lingkungan ma’had darul hadits al-fuyusy terdapat banyak rumah-rumah yang dikontrakkan, karena pondok tidak menyediakan tempat tinggal bagi yang berkeluarga, sehingga makan dan minum menjadi tanggungan pribadi, biaya kontrak rumah antara YR. 12ribu hingga YR.20ribu (real yaman) atau sekitar Rp. 700 ribu sampai Rp.1juta per bulan adapun untuk beban listrik dan air biasanya tidak lebih dari YR.4ribu atau sekitar Rp.200ribu. Jika ada rejeki biasanya pondok memberi santunan kepada setiap kepala rumah tangga per bulan sekitar Rp. 500 ribu, tak jarang pula jika datang masa-masa krisis, beberapa santri berkeluarga mencari tambahan pemasukan dengan bekerja di sekitar wilayah markiz maupun berjualan makanan khas Indonesia. ٍSyaikh Abdurrahman sendiri memaklumi kebutuhan para thulabnya terutama bagi mereka yang berkeluarga, Syaikh tidak pernah melarang mereka untuk bekerja, hanya saja beliau menasehatkan untuk senantiasa menumbuhkan sikap qona’ah dan tidak tamak terhadap dunia, baina ifroth dan tafrith, tidak berlebih-lebihan tidak pula meremehkannya.

16:97

“Barangsiapa yang mengerjakan amal sholih, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka sesungguhnya akan Kami beri berikan kepadanya kehidupan yang baik dan sesungguhnya akan Kami beri balasan kepada mereka dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan” [QS. An-Nahl 97]

Imam Tabi’in Al-Hasan Al-Basri rahimahullah menafsirkan “hayatan thoyyibah” dengan Qana’ah (merasa cukup)

Abdurrahim bin Sulaiman rahimahullah berkata :

عَبْدِ الرَّحِيمِ بْنِ سُلَيْمَانَ الرَّازِيِّ ، قَالَ : كُنَّا عِنْدَ سُفْيَانَ الثَّوْرِيِّ ، فَكَانَ ” إِذَا أَتَاهُ الرَّجُلُ يَطْلُبُ الْعِلْمَ سَأَلَهُ : هَلْ لَكَ وَجْهُ مَعِيشَةٍ ؟ فَإِنْ أَخْبَرَهُ أَنَّهُ فِي كِفَايَةٍ أَمَرَهُ بِطَلَبِ الْعِلْمِ ، وَإِنْ لَمْ يَكُنْ فِي كِفَايَةٍ أَمَرَهُ بِطَلَبِ الْمَعَاشِ ” .

“Suatu ketika kami disisi Sufyan Ats-Tsauri, maka apabila datang seseorang  untuk menuntut ilmu kepada beliau, beliau bertanya : ‘apakah kau mempunyai mata pencaharian ?’ maka jika seseorang tersebut mengabarkan kepada beliau bahwa dia berada dalam kecukupan, beliau mengijinkan untuk menuntut ilmu, namun jika dia tidak berada dalam kecukupan (perbekalan dan semisalnya) beliau memerintahkan untuk mencari ma’isyah (mata pencaharian)” [Atsar riwayat Al-Khotib Al-Baghdadi dalam Al-Jami’ li Akhlaqi Ar-Rowi]

Imam Ibrahim An-Nakhoi’ berkata :

من ابتغى شيئا من العلم – يبتغي به وجه الله – آتاه الله منه بما يكفيه

“Barangsiapa yang mencari sesuatu dari ilmu – dia menuntutnya dalam rangka mengharap wajah Allah- maka Allah akan mendatangkan baginya dengan sebab ilmu tersebut dengan sesuatu yang mencukupkannya”  [Atsar riwayat Al-Khotib Al-Baghdadi dalam Al-Jami’ li Akhlaqi Ar-Rowi]

  • Para Masyayikh dan Mustafiddin di darul hadits Al-Fuyusy

  1. Asy-Syaikh Abdurrahman Al-Adeni : Beliau adalah pengasuh markiz darul hadits al-fuyusy
  2. Asy-Syaikh Yasin Al-Adeni : Beliau adalah pengajar bidang aqidah  dan manhaj, serta ushul fiqih.
  3. Asy-Syaikh Ahmad Arbas : Beliau merupakan salah seorang tholibul ilmi senior, pengawal pribadi asy-syaikh Muqbil rahimahullah.
  4. Al-Ustadz  Abbas Jaunah : Beliau merupakah salah seorang mustafid yang paling kuat kelimuannya dalam bidang ushul dan qowaid fiqih di Yaman, lebih dari 10 tahun beliau menuntut ilmu di dammaj, tidaklah mengeluarkan beliau darinya melainkan karena sebab fitnah yang melanda.
  5. Al-Ustadz Solah Kentus  : Beliau pengajar dalam bidang ushul fiqih.
  6. Al-Ustadz Abul Khottob Al-Libiy : Beliau berasal dari Libia, lebih dari 15 tahun beliau menuntut ilmu di Yaman dan belum kembali ke negerinya.
  7. Al-Ustadz Ahmad Al-Qodasi : Beliau merupakan mustafid kibar dalam bidang mustolah, syaikh Muqbil menyebutkan bahwa beliau merupakan rukun dari rukun-rukun mustolah di negeri Yaman, beliau senantiasa menemani syaikh Muqbil dalam melakukan banyak penelitian tentang hadits, namun sayang beliau belum ingin mengajar sejak berada di darul hadits al-fuyusy, penulis sendiri sempat pernah merengek-rengek dan merayu beliau untuk mengajarkan dars khusus kitab nukhbatul fikr karya Ibnu Hajar namun beliau hanya menyanggupi dengan perkataan insyaAllah di waktu-waktu yang akan datang.
  8. Al-Ustadz Muhammad al-Qudsi : pengajar mustholah, seorang yang banyak memberi nasehat.
  9. Al-Ustadz Anis Al-Yafi’i : pengajar dalam bidang nahwu, mustholah, dan faroid, salah seorang mustafid yang paling kokoh ilmu nahwunya di darul hadits al-fuyusy.
  10. Al-Ustadz Majdi Al-Askari : pengajar tajwid dan qiro’ah sab’ah, menguasai banyak riwayat bacaan al-qur’an. tak jarang syaikh Abdurrahman sering meminta beliau untuk membaca al-qur’an di sela-sela dars ‘am.
  11. dan masih   banyak lagi yang lainnya
  • Beberapa Durus Umum dan Khusus

Durus Umum :   untuk durus umum maka seluruhnya syaikh Abdurrahman yang mengajarkannya

  1. Ba’da Dzuhur : di waktu ini Syaikh Abdurrahman mengajarkan kitab tafsir al-qur’an karya Al-Imam As-Sa’di.
  2. Ba’da Ashar : di waktu ini Syaikh mengajarkan kitab nadhmu al-mi’iah yang mengkaji tentang siroh nabawiyah karya Al-Imam Ibnu Abil ‘Iz.
  3. Ba’da Maghrib : di waktu ini syaikh mengajarkan kitab shohih muslim selama 2 hari, dan kitab fiqih karya Al-Imam As-Sa’di “minhajus salikin” selama 4 hari.

Durus Khusus : untuk durus khusus dilaksanakan di luar waktu-waktu durus umum, setiap thulab dibebaskan untuk memilih durus mana yang ingin dipelajari,  beberapa kitab yang diajarkan dalam durus khusus berdasarkan bidangnya :

  • Aqidah Tauhid dan Manhaj
  1. Ushul Tsalasah
  2. Qowaid ‘arba
  3. Ushul Sittah
  4. Aqidah Wasitiyyah
  5. Aqidah Thohawiyyah
  6. Fatawa Al-Hamawiyyah
  7. Lum’atul I’tiqod
  8. Fathul Majid
  9. Qowaid Mutsla
  10. As-Syari’ah Imam Ajurry
  • Fiqih
  1. Bulughul Maram karya Ibnu Hajar
  2. Al-Muntaqo karya Imam Majduddin Ibnu Taimiyyah
  3. Minhajis Salikin karya syaikh abdurrahman As-Sa’di
  4. Umdatul Ahkam
  5. Sifat Sholat Nabi karya syaikh Al-Albani
  6. Subulus Salam
  • Nahwu
  1. Jurumiyyah
  2. Tuhfah Wushobiyyah
  3. Tuhfah Saniyyah
  4. Mutammimah
  5. Qotrun Nada’
  6. Mushil Thulab
  7. Alfiyah
  • Mustholah
  1. Baiquniyyah
  2. Baits al-Hatsis
  3. Nukhbatul fikr
  4. Nuzhah
  5. Dhowabit Jarh wa Ta’dil
  • Ushul Fiqh
  1. Ushul min Ilmi Ushul
  2. Waroqot
  3. Al-Luma’ Imam Syirozi
  4. Mudzakkiroh
  • Qowaid Fiqh
  1. Qowaid As-Sa’di
  2. Qowaid Ushul Jami’
  3. Qowaid Ibnu Rajab
  • Tajwid
  1. Tuhfatul Athfal
  2. Ghoyatul Murid
  • Qoidah Imla’
  • Qiro’ah
  1. Qiro’ah sab’ah
  • Faroid (Ilmu Waris)
  1. Ar-Roid
  2. Ar-Rohabiyyah
  • dan lainnya
  • Pemandangan Masjid dan sekelilingnya

22Gambar 1.8

Pemandangan luar masjid baru tampak dari bagian depan sebelah kanan, masjid darul hadits al-fuyusy memiliki kapasitas yang cukup besar untuk menampung ribuan jama’ah sholat di dalamnya.

38Gambar 1.9

bagian dhohi atau teras masjid, disinilah biasa berlangsung durus Syaikh Abdurrahman di waktu maghrib, tampak sebelah kanan gambar berdiri kokoh dinding pembatas yang memisah antara masjid laki-laki dan masjid perempuan.

47Gambar 1.10

bagian dalam masjid yang cukup luas untuk menampung ribuan jama’ah,  masjid baru selesai dibangun di awal bulan februari 2011 dan diresmikan oleh para masyayikh yang ada di Yaman. bertepatan pula dengan diadakannya ijtima’ para syaikh di Yaman, hadir kala itu Asy-syaikh Muhammad bin Abdil Wahab Al-Wushobi, Asy-Syaikh Utsman As-Salimi, Asy-Syaikh Abdullah al-Mar’i, Asy-Syaikh Muhammad Al-Imam sendiri mengutus para pengajar dan para thulabnya untuk mewakili beliau menghadiri ijtima’ tersebut, beliau pun memberikan tausiyah di sela-sela acara melalui telepon, begitu pula Asy-Syaikh Rabi’ Al-Madkholi. acara itu sendiri dihadiri oleh sekitar 40 ribu salafiyyun, penulis sendiri ketika itu tak kuasa menahan takjub menyaksikan banyaknya orang yang hadir, masjid dan dhohi (teras) tidak mampu untuk menampung jumlah peserta yang hadir dari seluruh penjuru Yaman, sampai-sampai shof sholat tatkala itu meluber hingga bagian luar masjid.

bangunan masjid terdiri dari dua lantai, di lantai atas terdapat maktabah dan ruang tamu, kondisi masjid sangatlah bersih dan terjaga, masjid senantiasa disapu dan dibersihkan dengan vacum cleaner setiap harinya selepas waktu isya’.

128Gambar 2.1

  • Masjid An’Nisa’ (Perempuan)

'ubaidah1346Gambar 2.1.1

Inilah masjid nisa’ ditempat inilah para syaikhoh, mudarrisat, ummahat dan para thulab putri melaksanakan kegiatan belajar-mengajar, dari mulai usia anak-anak sampai dewasa dan orang tua.  luas masjid nisa’ ini kira-kira hanya sepertiga dari luas masjid rijal (laki-laki). masjid nisa’ sengaja tidak dilapisi dengan karpet dikarenakan agar mudah dalam membersihkan, karena banyaknya anak-anak kecil. kegiatan belajar-mengajar di masjid ini dimulai dari jam 07.30 pagi sampai jam 11.15 siang kemudian dilanjutkan jam 4.00 sampai menjelang maghrib.

  • Beberapa pengajar putri di darul hadits Al-Fuyusy

  1. Syaikhoh umu Musa : merupakan tholibatul ilmi yang paling senior, termasuk sahabat dari umu Abdillah bintu syaikh Muqbil, bersamanya umu musa menimba langsung berbagai macam disiplin ilmu, begitu pula kepada syaikh muqbil rahimahullah.
  2. Syaikhoh Umu Mazin : merupakan tholibatul ilmi yang paling senior, salah seorang syaikhoh nahwu di Yaman, bermulazamah bersama syaikh muqbil sekitar 10 tahun lebih, bersama dengan umu Musa keduanya mendapat tazkiyah langsung dari syaikh Muqbil di dalam kitab biografi beliau.
  3. Syaikhoh Umu ‘Ammar Al-Jaunah : merupakan istri dari Al-Ustadz Abbas Al-Jaunah salah seorang mustafid kibar di Yaman dalam ilmu ushul dan qowaid fiqih, umu ‘Ammar banyak mewarisi keilmuan sang suami.
  4. Syaikhoh Umu Sobir : merupakan istri dari orang terdekat syaikh Muqbil yaitu syaikh Ahmad Arbas, cukup lama tinggal di dammaj, di ma’had darul hadits al-fuyusy mengajar ilmu mustholah.
  5. Al-Ustadzah Umu Abdillah Ad-Doli’iyah : mudarris fiqih, memiliki gaya mengajar yang sangat menarik, dalam pelajaran-pelajarannya sering memberikan faidah ilmiah, banyak merujuk dalam ahkam fiqih pada kitab Al-Majmu karya An-Nawawi, Al-Istidzkar karya Ibnu abdil Bar, Al-Mughni karya Ibnu Qudamah, At Tamhid karya Ibnu Abdil Bar, Syarul Mumti’ dan lain-lain.
  6. Al- Ustadzah Umu Ibrahim : pengajar ilmu faroid.
  7. Al-Ustadzah Umu Abdurrahman : pengajar aqidah.
  8. dan banyak pengajar dan musyrifah lainnya jumlah mereka lebih dari 40.

'ubaidah1339Gambar 2.1.2

  • Asrama Thulab 

madkholunnisaGambar 2.2

Mabna ‘asfar  bangunan bercat kuning,  dahulunya adalah masjid nisa’ (putri) disinilah pusat kegiatan belajar-mengajar bagi para ummahat dan anak-anak putri dilaksanakan sebelum dibangun masjid baru, setelah masjid baru selesai dibangun bangunan tersebut beralih fungsi menjadi sakan / asrama bagi para thulab asing, 90% nya dihuni oleh santri dari Indonesia. 

vyush (2)Gambar 2.3

pondok adenGambar 2.3.1

Sakan lama, sebelum dibangun masjid baru, disinilah para thulab tinggal, kebanyakan dihuni oleh santri dari indonesia dan somalia, tampak lemari loker para thulab yang disediakan oleh ma’had, sekarang tempat ini ditempati oleh para santri dari Yaman dan Afrika.

DSC00162Gambar 2.3.2

16092010116

Gambar 2.4

bangunan tempat makan para thulab dan dapur, bangunan ini asalnya adalah milik seorang  ikhwah yang kemudian diwaqafkan kepada ma’had dan menjadi tempat produksi roti untuk para thulab, tempat makan, serta dapur.

16092010099

Gambar 2.5

  • Pemukiman Thulab berkeluarga

20121009_171909Gambar 2.6

Pemukiman mutazawwij (thulab berkeluarga), pemukiman di darul hadits al-fuyusy terbagi menjadi lebih dari 20 blok , pada gambar di atas dan bawah adalah pemukiman di wilayah blok 1 yang langsung berhadapan dengan masjid.

20121013_053501Gambar 2.7

  • Rumah Asy-Syaikh Abdurrahman hafizhahullah

20121009_171621

tampak rumah Syaikh Abdurrahman dikelilingi dengan pepohonan yang rindang, terletak tepat di sisi kanan masjid, di rumah ini syaikh menaungi 3 istri dan 13 orang anak.

bersambung….

 

8 Komentar

8 thoughts on “Darul Hadits Al-Fuyusy

  1. abu hammam

    semoga para pelajar indonesia yang belajar di ma’had ini bisa menjadi para da’i Illallah yang Allah ta’ala tebarkan diseluruh pelosok nusantara Indonesia aamin (abu hammam palembang )

  2. zaid kolaka

    masya alloh

  3. Abu Fathimah

    Al Ustadz Abu Muhammad Ahmad Halim,beliau murid Syaikh Abdur Rohman Al ‘Adany,lemah lembut dalam menasehati,kuat dalam menjalankan sunnah,& penuh hikmah dalam mengajarkan Ilmunya,terkadang diselingi candaan ringan yang membuat jarak Murid dengan beliau menjadi dekat,& tdk mengurangi rasa hormat kami terhadap beliau.Ini yang ana tangkap dari Ustadzunaa,yg pernah belajar disana.

  4. wahyu

    Bgmn proses dan prosedr untuk pergi ke sana tentang.biaya nya dan dokumen….

  5. Bismillah. subhanalloh, semoga Alloh merahmati syaikh abdurrohman, ana juga mendengar bahwasanya syaikh abdurrohman orangnya lemah lembut mewarisi sifat lemah lembut syaikh muqbil rohimahullohu ta’ala, yg membuat hati ana tertarik untuk belajar ke sana. wallohu ta’ala a’lam.

  6. abu khansa

    BISA MINTA SITUS DARUL HADIST FUYUSH

  7. Abu Abdrrahman

    Assalamu’alaikum, saya ada beberapa pertanyaan kepada akh/ukhti,

    1. bagaimana untuk prosuder belajar ke Ma’had ?

    2. Bagaimana keadaan Ma’had sekarang, kerna baru-baru ini saja berlaku perperangan di Sana’a (Uni. al-Iman), apakah kedudukan ma’ahad dekat/jauh dengan pergolakan tersebut?

    3. Apakah kondisi sekarang bisa terkawal atau selamat, jika saya belajar ke sana?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: